skripsi kemasan ikan julung-julung
PENDAHULUAN
1.1.Latarbelakang
Sebagai salah satu kabupaten
kepulauan maluku tengah, tercatat merupakan salah satu kabupaten
yang memproduksi tangkapan ikan laut sangat maksimum, sesuai dengan data Badan
Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah, jumlah produksi dan nilai produksi
perikanan laut di kabupaten maluku tengah sangat melimpah.
Berdasarkan potensi nilai
produksi perikanan yang sangat melimpah tersebut,upaya
yang dilakukan agar produksi usaha perikanan lebih meningkat lagi dan mempunyai dayaguna yaitu melalui usaha pengolahan ikan menjadi produk perikanan ekonomis,
salah satu daftar ikan yang jumlah potensinya tinggi
adalah ikan julung-julung, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah
tercatat bahwa ikan julung-julung produksinya per Ton 541,6, setelah ikan
kembung / lema yang jumlah produksinya 1 217,5 per
Ton, (Data Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Tengah Produksi dan Nilai Produksi PerikananLautdirinci
per JenisIkan di Kabupaten Maluku Tengah, 2014)
Jumlah yang sangat
melimpah oleh karena itu nelayan berinisiatif meningkatkan nilai produksi dari
ikan julung-julung dengan cara pengolahan ikan asap.
Pengolahan ikan asap adalah salah satu usaha olahan tradisional untuk meningkatkan nilai ekonomis dan dayatahan ikan julung-julung. Pengawetan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air
dalam tubuh ikan julung-julung,
sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembangbiak
Usaha pengolahan ikan julung-julung asap belum mampu meningkatkan taraf hidup nelayan pengolah. usaha pengolahan ikan asap juga dikelola secara tradisional dan belum ada pencatatan pembukuan untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan dari tiap kegiatan. Kondisi industri kecil pengasapan ikan
julung-julung ini masih sangat sederhana. Konstruksi alat pengasap sangat sederhana,
(Zohra, 2008).
Permasalahan yang
sering dihadapi pada usaha pengolahan adalah belum memperhatikan mutu, karena kemasan yang digunakan oleh nelayan pengolah
ikan julung-julung asap masih berupa tradisonal yang sering disebut waya. Disamping itu,
model pemasaran yang dilakukan oleh nelayan pengasapan ikan julung-julung dengan memasarkan langsung
di pasar lokal kota masohi karena masih menggunakan standar mutu dan jaminan mutu
tradisional.
Rendahnya kualitas ikan asap tersebut mengakibatkan ikan ini hanya dijual di pasar-pasar lokal
kota Ambon dan sekitarnya.
Menurut fishel (2005)
salah satu cara untuk meningkatkan taraf hidup nelayan pengolah ikan
julung-julung asap adalah meningkatkan kemasan (packaging) yang bermutu dan berkualitas Dalam dunia industri, kemasan atau packaging merupakan salah satu ujung tombak penjualan suatu produk. Pada awalnya packaging hanya berfungsi sebagai wadah atau bungkus
yang berfungsi untuk melindungi atau menutupi atau untuk memudahkan suatu produk dibawa,
tetapi seiring perkembangan zaman, packaging dituntut untuk mampu menumbuhkan dan meningkatkan mutu serta ketertarikan konsumen untuk membeli.
Dalam perancangan packaging tidak hanya sekedar asal merancang saja,
tetapi dituntut adanya ide-ide yang
mampu menuangkan keunggulan sebuah merk atau produk sehingga tampilan desain mampu
”menjual” dan penting juga tampilan packaging haruslah menarik dan enak dipandang untuk menarik hati konsumen.
Adanya kemasan atau packaging yang baik hendaknya dapat menjadi media
komunikasi atau promosi yang mendongkrak penjualan, karena packaging pada saat ini mengalami pergeseran fungsi
yang awalnya hanya melindungi sebuah produk,
kini berfungsi sebagai identifikasi sebuah merk dagang Perkembangan packaging akhirnya menjadikan bagian ujung tombak dari promosi suatu produk
yang akhirnya berfungsi meningkatkan nilai jual produk,(Fishel2005).
Salah satu metode
tentang perancangan kemasan atau packaging,
adalah metode Kansai engineering, Kansei engineering adalah jenis
teknologi yang menerjemahkan
perasaan pelanggan kedalam spesifikasi
desain (Nagamachi & Lokman, 2011).
Tim R&D
mengambil perasaan pelanggan, dengan
nama Kansei; menganalisa data
menggunakan metode psikologi, ergonomi, kedokteran, atau metode
rekayasa; dan mendesain kemasan produk
baru berdasarkan analisis informasi. Kansei/affective
engineering adalah teknologi dan proses rekayasa dari data Kansei kedalam
spesifikasi desain.yang ingin pakai. (Nagamachi,
M., & Lokman, A. M. (2011). Innovation of Kansei Engineering. Boca
Raton: CRC Press.)
Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengangkat judul tentang
“Pengembangan Kemasan Ikan Julung-julung Olahan Dengan Mempertimbangkan Emosi Konsumen Berdasarkan Metode Kansai Engineering Di Maluku Tengah”
1.2.Rumusan masalah
Rumusan masalah penelitian ini adalah,
“Pengembangan Kemasan Ikan Julung-Julung Olahan Dengan Mempertimbangkan Emosi Konsumen Berdasarkan Metode Kansai Engineering Di Maluku Tengah”
- Bagaimana citra atau image konsumen terhadap produk kemasan ikan julung asap.
- Bagaimana menentukan spesifikasi / bentuk kemasan ikan julung-julung asap sehingga menghasilkan produk kemasan
yang sesuai dengan image konsumen dan bermutu.
1.3.Tujuan penelitian
Tujuan penelitian
yang penulis ingin mewujudkan adalah antara lain:
1.
Mengetahui citra atau image konsume nterhadap produk kemasan ikan julung asap.
2.
Desain spesifikasi / bentuk kemasan ikan julung asap
yang berfokus pada konsumen.
1.4.Manfaat penelitian
Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak,
yaitu:
1. Kemasan dapat menambah nilai jual produk ikan julung asap.
2. Sebagai referensi bagi
orang yang akan melakukan penelitian dimasa yang akan datang.
1.5.Batasan Masalah.
Batasan penelitian ditujukan agar penelitian lebih terarah dan tidak meluas,
yaitu antara lain :
1.
Penelitian
hanya didaerah maluku tengah dan terpusat dikota masohi.
2.
Penelitian terfokus hanya pada desain kemasan ikanjulung-julung asap..
3.
Tidak melakukan analisis biaya.
4.
Tidak
untuk pengembangan produk.
1.6.Sistematika penulisan
1.
BAB
I. PENDAHULUAN : Menjelaskan mengenai latar belakang,
perumusan-Perumusan masalah, tujuan penelitian ,manfaat penelitian batasan penelitian dan sitematika penulisan.
2.
BAB
II. LANDASAN TEORI : Berisi tentang konsep dan teori yang
relefan dengan tema yang di angkat untuk mendukung dalam penelitian.
3.
BAB
III. METODOLOGI PENELITIAN : Menguraikan metode penelitian yang
terdiri dari lokasi dan waktu penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data,
teknik pengolahan data, teknik dan analisa data dan diagram Alur penelitian.
4.
BAB IV. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA : Pengumpulan
data dijelaskan tentang pendekatan dalam pengumpulan data dan data-data yang
dikumpulkan atau yang diamati sehubung dengan permasalahan.
5.
BAB V.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN : Dalam bab ini dijelaskan bagaimana
data kuantitatif yang telah ada dianalisis secara rinci. Dan
pembahasan melibatkan interpretasihasil analisis kuantitatif atau kualitatif.
6.
BAB VI.
PENUTUP : Pada bab ini berisi kesimpulan dan rancangan kemasan.
Comments
Post a Comment